Blog & News

Siapkan AI Readiness dalam Transformasi Digital melalui 3 Tahap Strategis Ini

Wujudkan AI Readiness dalam Transformasi Digital melalui 3 Tahap Strategis Ini

Banyak perusahaan kini mulai membawa AI ke agenda bisnis, mulai dari otomasi pekerjaan, analisis data, hingga pengembangan layanan yang lebih responsif. AI mulai dilihat sebagai penggerak baru untuk mempercepat kerja, memperkuat keputusan berbasis data, dan membuat bisnis lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

Data ISsoft menunjukkan 63 persen enterprise ingin memindahkan teknologi dan lingkungan IT mereka ke cloud untuk mempercepat AI. Namun, keinginan untuk bermigrasi belum selalu sejalan dengan kesiapan untuk mengadopsi AI dalam skala bisnis. Tanpa data yang rapi, aplikasi yang fleksibel, security yang kuat, dan workload yang siap, migrasi cloud belum tentu langsung menghasilkan dampak AI yang nyata.

Karena itu, AI readiness perlu dibangun sebagai perjalanan bertahap dalam transformasi digital. Dengan fondasi yang lebih siap, investasi AI tidak berhenti di tahap eksplorasi, tetapi mulai memberi arah yang jelas untuk efisiensi, produktivitas, dan inovasi bisnis.

 

Mengapa AI Readiness Jadi Kunci Transformasi Digital?

Pada tahap transformasi digital yang lebih matang, tantangan perusahaan mulai bergeser dari digitalisasi proses menuju kemampuan menjalankan AI secara aman, konsisten, dan terukur. Artinya, perusahaan perlu memastikan AI dapat bekerja di atas fondasi teknologi yang siap dan terhubung dengan kebutuhan bisnis. Banyak inisiatif AI terlihat menjanjikan di awal, tetapi sulit memberi hasil jika cloud, data, aplikasi, security, dan workload belum saling mendukung.

AI readiness membantu perusahaan menata fondasi tersebut dengan prioritas yang lebih jelas. Saat cloud, data, aplikasi, security, dan workload mulai selaras, perusahaan dapat memperluas penggunaan AI dengan risiko yang lebih terkendali dan hasil yang lebih mudah diukur. Dampaknya juga lebih terasa ke bisnis, mulai dari time-to-insight yang lebih cepat, produktivitas karyawan yang meningkat, proses bisnis yang lebih terotomasi, hingga pengalaman pelanggan yang lebih personal.

Infrastruktur Anda Adalah Penentu Utama Strategi AI Readiness

AI readiness akan sulit dibangun jika fondasi infrastruktur belum mampu mengikuti kebutuhan data, aplikasi, dan AI workload modern. Saat sistem masih kompleks, sulit diskalakan, dan banyak bergantung pada proses manual, dampaknya dapat terasa langsung ke bisnis, mulai dari TCO yang semakin berat, risiko security yang meningkat, hingga downtime yang mengganggu operasional.

Karena itu, strategi AI readiness perlu dimulai dari cara perusahaan menata infrastrukturnya. Dengan fondasi yang lebih terarah, perusahaan dapat menjalankan workload secara lebih efisien, membuka akses ke kapabilitas AI, dan menyiapkan transformasi digital yang lebih siap menghasilkan nilai bisnis.

4 Hambatan yang Membuat AI Readiness Sulit Dicapai 

Ketika AI mulai masuk ke agenda bisnis, tantangannya sering muncul di balik layar. Banyak perusahaan sudah memiliki use case yang menarik, namun perjalanan menuju AI readiness sering tersendat ketika cloud, data, aplikasi, security, dan workload belum saling mendukung.

Dalam banyak enterprise, hambatan tersebut biasanya muncul dari empat area berikut:

1. Biaya Infrastruktur yang Menggerus Ruang Inovasi

Infrastruktur tradisional sering membawa beban biaya yang terus berjalan, mulai dari maintenance hardware, lisensi software, capacity planning, hingga kebutuhan resource tambahan. Saat budget IT banyak terserap untuk menjaga sistem tetap aktif, ruang untuk modernisasi dan inovasi AI menjadi lebih terbatas.

2. Data yang Masih Tersebar di Banyak Sistem 

AI membutuhkan data yang mudah ditemukan, diakses, dan dipahami dalam konteks yang tepat. Ketika data masih tersebar di berbagai aplikasi, database, storage, dan environment, perusahaan akan lebih sulit menghasilkan real-time insight yang akurat untuk mendukung keputusan bisnis.

3. Vendor Lock-In yang Membatasi Ruang Gerak

Ketergantungan pada platform tertentu dapat membuat perusahaan lebih sulit menyesuaikan strategi teknologi dengan kebutuhan baru. Saat kebutuhan AI berkembang, bisnis membutuhkan fleksibilitas untuk memilih arsitektur, tools, dan platform yang paling relevan dengan arah transformasi digital mereka.

4. Nilai AI yang Belum Terhubung ke Bisnis

Investasi AI dapat kehilangan momentum ketika data, aplikasi, dan infrastruktur belum siap mendukung workload AI secara optimal. Use case mungkin sudah mulai dibangun, tetapi dampaknya akan sulit terasa jika belum terhubung dengan proses bisnis, produktivitas tim, dan target efisiensi yang jelas.

3 Tahap Strategis Menuju AI Readiness 

AI readiness akan lebih mudah diwujudkan ketika perusahaan memiliki urutan transformasi yang jelas. Workload penting perlu dipindahkan ke fondasi cloud yang lebih siap, aplikasi dan proses operasional perlu dimodernisasi, lalu data dan aplikasi yang sudah lebih rapi dapat digunakan untuk membangun use case AI yang relevan dengan kebutuhan bisnis.

Alur inilah yang menjadi dasar pendekatan Migrate, Modernize, & Build. Setiap tahap saling melengkapi, mulai dari menyiapkan fondasi cloud, membuat aplikasi lebih mudah berkembang, hingga mengubah AI menjadi nilai bisnis yang lebih nyata.

1. Migrate untuk Menyiapkan Fondasi Cloud

Migrate membantu perusahaan memindahkan aplikasi, database, dan workload penting ke platform cloud yang lebih modern, aman, dan efisien. Melalui Cloud Readiness Assessment, perusahaan dapat memetakan prioritas workload, risiko migrasi, dan peluang efisiensi sebelum memindahkan sistem seperti ERP, SAP, Oracle, VMware, database, dan aplikasi bisnis lainnya.

Dengan strategi yang tepat, cloud migration dapat mengurangi beban operasional, meningkatkan keandalan sistem, dan menyiapkan fondasi yang lebih siap untuk kebutuhan AI.

2. Modernize untuk Membuat Aplikasi Lebih Mudah Berkembang

Modernize membantu perusahaan memperbarui cara aplikasi dibangun, dijalankan, dan dikelola. Pendekatan seperti containerization, Kubernetes, otomatisasi, dan DevOps membuat aplikasi lebih mudah dikembangkan, disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, dan diskalakan saat traffic atau workload meningkat.

Dengan proses yang lebih tertata, tim IT dapat mengurangi pekerjaan manual dan memiliki lebih banyak ruang untuk mendukung inovasi dalam perjalanan transformasi digital.

3. Build untuk Mengubah AI Menjadi Nilai Bisnis

Build menjadi tahap ketika fondasi digital mulai diarahkan untuk menciptakan nilai bisnis dari AI. Saat data, aplikasi, dan infrastruktur sudah lebih siap, perusahaan dapat membangun use case seperti AI Assistant untuk karyawan, otomatisasi layanan pelanggan, analitik cerdas, insight prediktif, pengembangan software berbasis AI, dan otomatisasi proses bisnis.

Dari sini, AI dapat membantu mempercepat analisis, meningkatkan produktivitas, dan menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi pelanggan maupun karyawan.

Percepat AI Readiness dengan Fondasi Google Cloud

Setelah arah Migrate, Modernize, dan Build ditentukan, Google Cloud dapat menjadi fondasi untuk menjalankan setiap tahap dengan lebih terukur. Platform ini membantu enterprise menilai kesiapan cloud, memindahkan workload penting, memodernisasi aplikasi, dan membuka akses ke kapabilitas AI dalam satu ekosistem teknologi yang aman dan mudah diskalakan.

Untuk kebutuhan Migrate, Google Cloud menyediakan layanan migrasi dan assessment agar perusahaan dapat memahami kondisi infrastruktur, menentukan prioritas workload, serta mengurangi risiko perpindahan ke cloud.

Saat masuk ke Modernize, dukungan containerization, Kubernetes, dan modern application platform membantu aplikasi berjalan lebih fleksibel, mudah dikelola, dan siap mengikuti kebutuhan bisnis.

Sementara pada tahap Build, Google Cloud menghadirkan Gemini, Vertex AI, analitik data, dan AI services untuk membantu perusahaan membangun use case AI berbasis data. Mulai dari AI Assistant, analitik prediktif, intelligent search, hingga otomasi proses bisnis, perusahaan dapat mengubah fondasi digital yang sudah lebih siap menjadi outcome yang lebih jelas.

Baca Juga: Mengupas Alasan AI Agents Retail Jadi Standar Baru Customer Experience

 

Mulai Perjalanan AI Readiness Bersama Smartnet Magna Global

Smartnet Magna Global (SMG), bagian dari CTI Group, siap membantu organisasi merancang perjalanan menuju AI readiness melalui strategi cloud, modernisasi infrastruktur, dan pemanfaatan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Mulai dari assessment, migrasi workload, modernisasi aplikasi, hingga persiapan use case AI, SMG membantu perusahaan membangun lingkungan IT yang lebih efisien, aman, dan siap berkembang.

Diskusikan kebutuhan AI readiness dan transformasi digital perusahaan Anda bersama tim Smartnet Magna Global, dan mulai bangun fondasi cloud yang lebih siap untuk mendukung inovasi, efisiensi, dan pertumbuhan bisnis di era AI.

 

Author: Danurdhara Suluh Prasasta

CTI Group Content Writer

Start a Conversation

Privacy Policy

PT Smartnet Magna Global (“SMG” or “us”) is strongly committed to ensuring that your privacy is protected as utmost importance to us. https://www.magnaglobal.id/, we shall govern your use of this website, including all pages within this website (collectively referred to herein below as this “Website”), we want to contribute to providing a safe and secure environment for visitors.

The following are terms of privacy policy (“Privacy Policy”) between you (“you” or “your”) and SMG. By accessing the website, you acknowledge that you have read, understood and agree to be bound by this Privacy Policy.

Use of The Subscription Service by SMG and Our Customers

When you request information from SMG and supply information that personally identifies you or allows us to contact you, you agree to disclose that information with us. SMG may disclose such information for marketing, promotional and activity only for the purpose of SMG and the Website.

Collecting Information

You are free to explore the Website without providing any personal information about yourself. When you visit the Website or register for the subscription service, we provide some navigational information for you to fill out your personal information to access some content we offered.

SMG may collect your personal data such as your name, email address, company name, phone number and other information about yourself or your business. We are collecting your data in some ways, online and offline. SMG collects your data online using features of social media, email marketing, website, and cookies technology. We may collect your data offline in events like conference, gathering, workshop, etc. However, we will not use or disclose those informations with third party or send unsolicited email to any of the addresses we collect, without your express permission. We ensure that your personal identities will only be used in accordance with this Privacy Policy.

How SMG Use the Collected Information

SMG use the information that is collected only in compliance with this privacy policy. Customers who subscribe to our subscription services are obligated through our agreements with them to comply with this Privacy Policy.

In addition to the uses of your information, we may use your personal information to:

  • Improve your browsing experience by personalizing the websites and to improve the subscription services.
  • Send information about SMG.
  • Promote our services to you and share promotional and informational content with you in accordance with your communication preferences.
  • Send information to you regarding changes to our customers’ terms of service, Privacy Policy (including the cookie policy), or other legal agreements

Cookies Technology

Cookies are small pieces of data that the site transfers to the user’s computer hard drive when the user visits the website. Cookies can record your preferences when visiting a particular site and give the advantage of identifying the interest of our visitor for statistical analysis of our site. This information can enable us to improve the content, modifying and making our site more user friendly.

Cookies were used for some reasons such as technical reasons for our website to operate. Cookies also enable us to track and target the interest of our users to enhance the experience of our website and subscription service. This data is used to deliver customized content and promotions within the Helios to customers who have an interest on particular subjects. You have the right to decide whether to accept or refuse cookies. You can edit your cookies preferences on browser setup. If you choose to refuse the cookies, you may still use our website though your access to some functionality and areas of our website may be restricted. This Website may also display advertisements from third parties containing links to other websites of interest. Once you have used these links to leave our site, please note that we do not have any control over the website. SMG cannot be responsible for the protection and privacy of any information that you provide while visiting such websites and this Privacy Policy does not govern such websites.

Control Your Personal Data

SMG give control to you to manage your personal data. You can request access, correction, updates or deletion of your personal information. You may unsubscribe from our marketing activity by clicking unsubscribe us from the bottom of our email or contacting us directly to remove you from our subscription list.

We will keep your personal information accurate, and we allow you to correct or change your personal identifiable information through info@magnaglobal.id