Di setiap perusahaan, selalu ada segelintir akses yang memegang kendali penuh atas sistem IT. Akses admin ke server, database, aplikasi inti, hingga perangkat jaringan inilah yang menentukan apakah sistem tetap berjalan normal atau justru berhenti total.
Namun pada praktiknya, pengelolaan akses kritikal ini sering kali belum mendapatkan perhatian yang sebanding dengan tingkat risikonya. Password admin kerap dibagi agar pekerjaan cepat selesai, akses dibiarkan terbuka terlalu lama, dan aktivitas di balik layar jarang benar benar diawasi. Saat terjadi kesalahan, insiden, atau audit, barulah terlihat bahwa visibilitas terhadap akses kritikal selama ini belum sepenuhnya terbentuk.
Di sinilah Privileged Access Management (PAM) berperan sebagai fondasi penting untuk memastikan setiap akses kritikal berlangsung aman, terkontrol, dan dapat dipertanggungjawabkan kapan pun dibutuhkan.
Apa itu Privileged Access Management?
Privileged Access Management (PAM) adalah pendekatan terstruktur untuk mengelola akses dengan hak istimewa tinggi, mencakup akun administrator pada sistem operasi, service account, hingga akun aplikasi, beserta seluruh aktivitas yang terjadi saat akses tersebut digunakan.
Melalui PAM, password privileged disimpan dan dirotasi secara aman, akses hanya diberikan saat dibutuhkan, dan setiap sesi aktivitas dapat dipantau serta diaudit. Lebih dari sekadar penyimpanan kredensial, PAM membantu organisasi beralih dari pola akses berbasis kepercayaan ke pendekatan yang mengutamakan kontrol, visibilitas, dan akuntabilitas atas setiap akses kritikal.
Bagaimana Cara Kerja PAM dalam Mengontrol Akses Kritis?

Dalam lingkungan IT, keamanan tidak cukup ditentukan oleh siapa yang boleh masuk ke sistem. Yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana akses tersebut diberikan, digunakan, dan diawasi sepanjang prosesnya. Di sinilah PAM bekerja, dengan menyatukan kontrol password, akses, dan aktivitas ke dalam satu kerangka yang konsisten dan terukur. Pendekatan ini umumnya dijalankan melalui tiga komponen utama berikut.
Password Management
PAM memperlakukan password privileged sebagai aset yang dikontrol secara ketat, bukan dibagikan untuk kebutuhan operasional. Password disimpan dalam vault terpusat, dirotasi otomatis, dan umumnya tidak pernah ditampilkan ke pengguna.
Akses dilakukan melalui mekanisme check out yang aman, lalu password diganti setelah sesi berakhir, sehingga risiko password statis, berbagi kredensial, atau pencatatan manual dapat ditekan sejak awal.
Access Control
Alih-alih memberikan akses admin permanen, PAM menerapkan prinsip “Just in Time access”. Hak istimewa hanya diberikan saat dibutuhkan, untuk sistem tertentu, dan dalam durasi terbatas. Akses dapat diatur berdasarkan waktu, tujuan, maupun konteks lingkungan, membantu memperkecil attack surface sekaligus menerapkan prinsip least privilege secara nyata.
Session Management
Setiap aktivitas selama sesi privileged tetap berada dalam pengawasan. Sesi dapat direkam, dimonitor secara real time, dan ditelusuri kembali jika terjadi insiden. Perintah berisiko tinggi dapat diblokir atau memicu notifikasi otomatis. Dengan session management, aktivitas admin menjadi transparan, memiliki jejak yang jelas, dan siap diaudit kapan pun diperlukan.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Privileged Access Management dan Manfaatnya untuk Bisnis
Mengapa PAM Krusial untuk Keamanan Aset IT?

Aset IT bernilai tinggi, mulai dari data bisnis hingga sistem dan layanan inti, sepenuhnya bergantung pada akun-akun privileged yang mengelolanya. Ketika akses ini tidak dikendalikan dengan tepat, satu kesalahan atau satu kredensial yang bocor dapat langsung berdampak pada stabilitas sistem dan keamanan data. Karena itu, pengelolaan akses privileged tidak bisa lagi diperlakukan sebagai isu teknis semata.
PAM memastikan akses kritikal tetap berada dalam kendali melalui visibilitas yang jelas, pembatasan akses yang terukur, serta penerapan kebijakan yang konsisten. Kontrol ini mencakup pengelolaan akun privileged, pembatasan akses sesuai kebutuhan operasional, serta pengawasan terhadap aktivitas admin. Pendekatan ini membantu organisasi mengurangi risiko yang muncul dari akses berlebih, kredensial yang tidak terkelola, dan aktivitas privileged yang tidak terpantau.
Selain memperkuat kontrol operasional, PAM juga menjadi elemen penting dalam penerapan Zero Trust dan pemenuhan regulasi. Ketentuan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) serta standar PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) mengharuskan organisasi mengelola akses ke sistem kritikal secara ketat, menerapkan rotasi password secara periodik, dan menyediakan audit trail atas aktivitas privileged.
Siap Mengamankan Akses Kritis di Lingkungan IT Anda? Mulai Bersama Smartnet Magna Global
Akses privileged berada di jantung operasional IT, dan cara mengelolanya menentukan seberapa kuat kontrol serta visibilitas terhadap sistem paling krusial di organisasi Anda. Smartnet Magna Global, bagian dari CTI Group, membantu Anda merancang dan mengimplementasikan Privileged Account Management yang aman, scalable, dan selaras dengan kebutuhan operasional serta regulasi industri.
Diskusikan kebutuhan PAM Anda bersama SMG dan pastikan setiap akses kritikal terkelola dengan baik, transparan, dan siap diaudit. Hubungi kami melalui link berikut.
Author: Danurdhara Suluh Prasasta
CTI Group Content Writer

